Snack's 1967

orang-orang islam yang hidup pada zaman Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam adalah generasi terbaik umat ini. Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah subhanahu wata'ala dan RasulNya shalallahu 'alaihi wasalam sebagai sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk.

Manhaj salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhajun dan as-salafu. Manhajun dalam bahasa arab sama dengan minhajun, yang bermakna: sebuah jalan terang lagi mudah. (tafsir ibnu katsir 2/63, Al-Mu'jamul Wasith 2/957)
Sedangkan salafu, menurut etimologi bahasa arab bermakna: siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan (Lisanul 'Arab, karya Ibnu Manzhur 7/234)
Dan dalam terminologi syariat bermakna: para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama islam, dari para sahabat Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam, tabi'in (murid-murid sahabat) dan tabi'ut tabi'in (murid-murid tabi'in). (Lihat Manhajul Imam Asy-Syafi'i fi itsbatil 'Aqidah, karya Asy-Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al-'Aqil, 1/55)
Berdasarkan definisi diatas, maka manhaj salaf adalah: suatu istilah untuk sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh Sahabat Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in didalam memahami dienul islam yang dibawa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam. Seseorang yang mengikuti manhaj salaf ini disebut dengan salafi atau As-salafi, jamaknya salafiyyun atau As-salafiyyun. Al-Imam Adz-Dzahabi Rahimahullah berkata: "As-Salafi adalah sebutan bagi siapa saja yang berada diatas manhaj salaf". (syiar a'lamin nubala -karya beliau rahimahullahu- 6/21)
orang-orang yang mengikuti manhaj salaf (salafiyyun) biasa disebut Ahlussunnah wal jamaah dikarenakan berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah serta bersatu diatasnya. Disebut pula dengan Ahlul Hadits wal Atsar dikarenakan berpegang teguh dengan hadits dan atsar di saat orang-orang banyak mengedepankan akal. Disebut juga Al-Firqatun Najiyah, yaitu golongan yang Allah ta'ala selamatkan dari an-naar(neraka)
(sebagaimana yang akan disebutkan dalam hadits Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma). Disebut jugam Ath-Tha'ifah Al-Manshurah, kelompok yang senantiasa di tolong dan dimenangkan oleh Allah subhnahu wata'ala (sebagaimana yang akan disebutkan dalam hadits Tsauban radhiyallahu 'anh). (untuk lebih rincinya lihat kitab Ahlul Hadits Humuth Thaifatul Manshurah An-Najiyah, karya Asy-syaikh Dr. Rabi' bin Hadi Al-Madkhali) Suatu ikatan suci yang di hubungkan oleh ikatan manhaj salaf, manhaj yang di tempuh oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam dan para sahabatnya.

wallahu a'lam

Manhaj Salaf dan salafiyun tidaklah dibatasi(terkungkung) oleh organisasi tertentu, daerah tertentu, pemimpin tertentu, partai tertentu, dsb.
Bahkan manhaj salaf mengajak kepada kita bahwa ikatan persaudaraan itu dibangun diatas Al-Qur'an wa sunnah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam dengan pemahaman salafush shalih. Siapapun yang berpegang teguh dengannya maka ia saudara kita, walaupun berada di belahan bumi yang lain.